Pesawaran – Kopitv.id – ” Upaya menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif terus digerakkan oleh Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Bersama tim dari Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah meninjau langsung calon lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang direncanakan berdiri di belakang Taman Sidototo—sebuah kawasan yang dinilai strategis sekaligus representatif untuk pengembangan fasilitas pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.Jum’at ( 01 Mai 2026 )
Langkah ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar besar membuka akses pendidikan yang lebih merata. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda dari keluarga prasejahtera, menghadirkan harapan baru di tengah keterbatasan yang selama ini membatasi langkah mereka.
Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad, yang turut mendampingi peninjauan, menegaskan bahwa rencana tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari pertemuan antara Bupati Pesawaran dengan Kementerian Sosial pada 13 April 2026 lalu. Dalam pertemuan itu, usulan pembangunan Sekolah Rakyat langsung mendapatkan respons positif dari pemerintah pusat.
Menurut Antonius, kehadiran tim dari kementerian menjadi sinyal kuat bahwa program ini memiliki peluang besar untuk direalisasikan. Ia menyebut, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci utama dalam mempercepat terwujudnya pembangunan tersebut.
Secara teknis, lokasi yang berada di kawasan Sidototo, Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan, telah memenuhi salah satu syarat utama pembangunan. Dari ketentuan minimal 5 hektare lahan yang ditetapkan, Pemkab Pesawaran bahkan telah menyiapkan sekitar 7 hektare dari total aset daerah seluas 9 hektare—sebuah komitmen nyata dalam mendukung program strategis ini.
Tak hanya soal lahan, pemerintah daerah juga bergerak cepat dengan merencanakan pembentukan tim kelompok kerja (Pokja). Tim ini akan bertugas memastikan seluruh persyaratan administratif dan teknis dapat terpenuhi dalam waktu singkat, sehingga proses pengajuan ke kementerian dapat segera dilakukan tanpa hambatan berarti.
Di sisi lain, perhatian terhadap aspek teknis seperti aksesibilitas jalan, kelengkapan dokumen, hingga kesiapan infrastruktur penunjang terus dimatangkan. Langkah ini menjadi penting agar Sekolah Rakyat yang dibangun nantinya tidak hanya berdiri megah, tetapi juga berfungsi optimal dan mudah dijangkau masyarakat.
Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran akan berperan dalam mendata calon peserta didik dari kelompok desil 1 dan desil 2. Sekolah ini direncanakan mampu menampung sekitar 1.080 siswa. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kementerian PU, Arius Fedrinaldo menilai lokasi yang diusulkan telah memenuhi kriteria awal. Pemerintah daerah pun berharap, Sekolah Rakyat ini segera terwujud sebagai solusi nyata dalam pemerataan akses pendidikan, sekaligus menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat yang paling membutuhkan.
( Nasoba )
Red :
![]()






