BANJAR – Kopitv.id – Di tengah-tengah ratusan antrian mobil ELF Bus, Colt Diesel, truk dan trailer yang mengular mencari BBM solar, hal mencengangkan terjadi di jalur lintas Kal-sel-Palangka Raya. Di SPBU No.63.706.02 Jl. Gubernur Syarkawi Km.08, Banyu Hirang, Kec. Gambut, Kab. Banjar, Kalsel, solar subsidi diduga bertahun-tahun tak pernah melayani truk umum, Selasa (14/10/2026).
pengakuan Supir Kami Tidak Pernah Bisa isi BBM disana
Sopir berinisial BJ yang melintas jalur Kalsel-Palangka Raya bersaksi “Mereka selama ini tidak pernah bisa mengisi BBM di SPBU 63.706.02. Akan tetapi mereka cuma bisa isi BBM di SPBU 63.707.02 dan itupun kami harus antrian 2 sampai 3 hari, untuk bisa isi BBM itupun hanya 40 liter baru dapat karena banyak mobil yang antri membutuhkan BBM untuk beraktivitas ujar BJ
Sopir dan masyarakat berharap Pertamina bisa menambah kuota di SPBU 63.707.02 demi kelancaran antrean, karena dalam seminggu mereka hanya bisa satu kali kerja.”Jika kuota bertambah mungkin kami dapat lebih banyak kerja,”ucapnya kepada awak media.
Fakta Terbaru Pesanan 10 Ribu Liter/Hari Untuk Pengusaha UB
Dari keterangan para sopir truk, ibu warung dan masyarakat Di sekitar SPBU No.63.706.02, selama ini SPBU tersebut hanya mengisi truk-truk yang sudah Tercatat langganan alias pesanan dari salah satu pengusaha berinisial UB. Menurut sumber terpercaya masyarakat Ibu AT,”Jika SPBU tersebut lancar dalam sehari bisa datang 3 sampai 4 tangki BBM solar, dikarenakan setiap hari SPBU harus beri AB solar 10 ribu liter per hari.”Itu 10 Ton per hari.jam 06 sudah mulai aktivitas dan jam 12 00 sudah beres, ucapnya. “Keterangan ini perlu klarifikasi mendalam ke UB SPBU serta pihak Pertamina Patra Niaga.
Berdasarkan keterangan terbaru yang dikantongi Awak media dari warga sekitar dan sopir Setiap pengisian mobil pelangsir sampai 400/500 liter lebih setiap mobil yang isi tergantung unitnya serta Ada 10 orang oknum coklat yang berjaga setiap pagi, sekitar jam 08 sampai jam 11.30 di SPBU 63.706.02. Mereka sering dudukan di warung biru sebrang SPBU pak, Diduga mereka menjaga agar pengisian aman tanpa ada pro kontra dari truk umum hanya truk yang tercatat atau pesanan UB yang boleh isi. LALU Siapa yang jaga setiap pagi hari? Pertanyaan ini yang harus dijawab Propam.
Sekitar 6 orang preman yang mengatur antrian. Setiap preman mendapatkan upah Rp.300 ribu per hari bersih. Tugasnya mengatur antrian,” Begitu juga oknum serta aliran per bulan ke salah satu Polsek yang sudah di kantongi awak media yang diduga menerima aliran bulanan tersebut. termasuk daftar tugas oknum coklat tersebut. Namun demi asas praduga tak bersalah, identitas belum kami publikasikan dan akan kami selidiki lebih mendalam dan akan kami serahkan kepada APH jika penyelidikan resmi dibuka.
Jeritan Warga : Razia Datang Pelangsir Hilang Di Telan Bumi
Masyarakat berharap pemerintah pusat dapat mengatasi persoalan BBM yang ada di wilayah Kalimantan Selatan, tidak hanya membebankan ke Pertamina dan BPH Migas Kalsel saja ketika ada persoalan.
Menurut masyarakat setiap pelangsiran itu pasti ada keterlibatan oknum-oknum. Jika APH bertindak tegas pasti pelangsiran tidak berani Pak. Sebab ketika ada razia audit di SPBU semua mobil pelangsir hilang seperti ditelan bumi Pak, 3 atau 4 hari kemudian barulah mereka mulai muncul kembali untuk melangsir. Sebenarnya sopir itu juga terpaksa Pak, mereka cuma ambil upah untuk keluarga,”kami juga takut bersuara pak ucap para warga dengan nada memelas.
Dasar Hukum & Praduga Tak Bersalah
Redaksi berpegang teguh pada prinsip Praduga tak bersalah, berita dimuat berdasarkan keterangan sumber sopir, masyarakat, Ibu AT, dan perlu klarifikasi lebih dalam sesuai UU ITE.
Penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat dijerat Pasal 55 UU No.22/2001 tentang Migas ancaman 6 tahun dan denda Rp60 milyar.
keterangan Redaksi Hak jawab terbuka
Redaksi membuka ruang hak jawab 2×24 jam kepada pihak SPBU 63.706.02, pengusaha UB, pihak Polsek yang diduga menerima aliran, dan oknum terkait. Hubungi Box Redaksi Media
Tim investigasi :
Red :
![]()






