Lampung -Kopitv.id – ” 24 November 2025. Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus kecurigaan publik yang kian menguat terkait kecelakaan tunggal mobil Nissan X-Trail di ruas Tol Lampung yang berujung pada penemuan 34 paket berisi sekitar 75.000 butir ekstasi serta sebuah lencana Polri di kursi pengemudi.
Ketua PERMAHI, Tri Rahmadona menegaskan bahwa temuan barang bukti dalam jumlah masif ini bukan kasus kriminal biasa, tetapi mengarah pada dugaan kuat adanya jaringan narkoba besar yang memanfaatkan jalur tol sebagai rute peredaran.
“Pengemudi yang melarikan diri sesaat setelah kecelakaan memperkuat indikasi bahwa kasus ini melibatkan sindikat terorganisir,” tegas Tri.
Ancaman Serius bagi Generasi Muda “Tri menyebut 75.000 butir ekstasi itu berpotensi merusak masa depan ribuan anak bangsa.
“Ini bukan sekadar pelanggaran hukum. Ini serangan serius terhadap generasi muda dan tatanan sosial. Lampung semakin terlihat sebagai koridor rawan dalam penyelundupan narkotika dari Sumatera ke Jawa,” lanjutnya.
Lencana Polri Menjadi Tanda Tanya Besar ” Publik dibuat kian curiga setelah ditemukan lencana Polri di dalam kendaraan. Meski Kabid Humas Polda Lampung telah menjelaskan bahwa atribut tersebut dapat diperoleh dengan mudah dan tidak otomatis menunjukkan pelaku adalah anggota Polri, namun Tri menilai hal itu belum cukup menenangkan publik.
“Pertanyaannya sederhana: mengapa pengedar narkoba membawa lencana Polri? Apakah ini trik penyamaran, atau justru mengindikasikan adanya oknum yang terlibat dalam jaringan?” ujar Tri dengan nada tegas.
PERMAHI Desak Kapolda Lampung Bergerak Cepat
Tri menegaskan bahwa kasus ini merupakan ujian berat Kapolda Lampung, baik dari segi integritas maupun kemampuan kepemimpinan.
“Polri memiliki SDM dan perangkat teknologi mumpuni. Tidak ada alasan pelaku yang kabur tidak bisa dilacak. Penangkapan pengemudi ini adalah kunci membuka jaringan yang lebih besar,” kata Tri.
Ia bahkan melemparkan satu pertanyaan tajam: “Apakah temuan 75.000 ekstasi ini hanya pengalihan, sementara penyelundupan yang lebih besar sedang berlangsung di titik lain?”
Menurutnya, penyelidikan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus menembus sampai ke bandar, termasuk bila ada indikasi keterlibatan oknum aparat.
Ancaman Krisis Kepercayaan Publik ” Tri menegaskan bahwa Kapolda Lampung harus menunjukkan ketegasannya dalam waktu yang wajar.
“Jika kasus besar dengan barang bukti spektakuler ini tidak dapat diungkap secara tuntas, kepercayaan publik terhadap Polri akan runtuh. Kegagalan mengungkapnya akan memunculkan desakan agar Kapolda mundur dari jabatannya,” tutupnya.
(Tim : Nsb)
Red :
![]()






