KUTAI TIMUR – Kopitv.id – ” Puluhan warga Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menyampaikan aspirasi kepada manajemen PT Ganda Alam Makmur (GAM), Selasa (21/1/2026). Mereka menuntut perusahaan tambang tersebut memberikan prioritas nyata kepada tenaga kerja lokal, termasuk masyarakat adat dan putra daerah, yang dinilai masih terpinggirkan di tengah aktivitas industri pertambangan berskala besar.
Aksi yang dilakukan bersama Masyarakat Kukaur Bersatu itu mencerminkan kegelisahan publik terhadap praktik ketenagakerjaan di sektor ekstraktif yang dinilai belum sepenuhnya selaras dengan prinsip keadilan sosial dan pemerataan manfaat investasi. Warga menilai, kehadiran perusahaan di wilayah mereka belum berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
Koordinator aksi, Erwin Santoso, menyoroti dominasi pekerja dari luar Kalimantan yang masih mengisi sejumlah posisi kerja di lingkungan PT GAM. Kondisi tersebut, menurutnya, bertolak belakang dengan semangat pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasional.
“Kami tidak ingin masyarakat lokal hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri. Masyarakat adat dan putra daerah Kalimantan memiliki kemampuan dan hak yang sama untuk bekerja, namun faktanya akses tersebut masih sangat terbatas,” kata Erwin.

Sorotan terhadap Komitmen Sosial Perusahaan
Massa aksi mempertanyakan komitmen PT GAM dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan, khususnya terkait prinsip prioritas tenaga kerja lokal. Mereka menilai, investasi pertambangan seharusnya tidak hanya berorientasi pada produksi dan keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Dalam tuntutannya, masyarakat meminta manajemen PT GAM untuk membuka akses rekrutmen secara adil, melakukan evaluasi terbuka terhadap komposisi tenaga kerja, serta memberikan perhatian serius terhadap keberadaan dan kesejahteraan masyarakat adat.
Erwin menegaskan bahwa tuntutan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap investasi, melainkan upaya mendorong praktik industri yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Kami mendukung investasi, tetapi investasi harus menghadirkan keadilan. Jangan sampai masyarakat lokal hanya merasakan dampak lingkungan, sementara peluang ekonomi justru dinikmati pihak luar,” ujarnya.
Menunggu Respons Resmi Perusahaan
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari manajemen PT Ganda Alam Makmur terkait tuntutan tersebut. Warga berharap perusahaan segera membuka ruang dialog dan menunjukkan langkah konkret guna meredam potensi konflik sosial di kemudian hari.
Media ini masih berupaya memperoleh keterangan dari pihak PT Ganda Alam Makmur untuk menjaga prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
Penulis: Usup Riyadi/Tim
![]()






