Kota Agung – Dugaan pelecehan terhadap profesi jurnalis kembali mencuat. Kali ini, peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh seorang oknum operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.353.49 Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, terhadap Kepala Biro (Kabiro) media online Kopi TV Tanggamus.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 14 Januari 2025, saat Kabiro Kopi TV Tanggamus berkunjung ke SPBU 24.353.49 Kota Agung dengan tujuan bersilaturahmi dan hendak menemui Dul Wahid selaku Manajer SPBU setempat.
Setibanya di lokasi, Kabiro Kopi TV sempat berbincang secara santai dengan operator pengisian BBM subsidi jenis solar di area dispenser. Percakapan berlangsung cukup hangat hingga berlanjut ke depan kantor SPBU.
Namun situasi berubah ketika Kabiro Kopi TV bertemu dengan Wahyudi (35), yang diketahui sebagai operator Pertamax, bertepatan dengan penutupan layanan SPBU. Saat ditanya secara baik-baik mengenai maksud kedatangannya untuk bersilaturahmi dengan Dul Wahid selaku manajer SPBU, Wahyudi justru merespons dengan nada ketus dan ucapan yang dinilai tidak pantas.
“Makanya kerja, saya aja dari siang jaga Pertamax pantat sampai sakit. Mau apa, Bang? Mau ngundang kami, ya?” ujar Wahyudi dengan nada tinggi, sebagaimana ditirukan oleh Kabiro Kopi TV.
Ucapan tersebut dinilai mengandung unsur pelecehan dan merendahkan, khususnya terhadap profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik secara santun dan beretika.
Berdasarkan informasi internal yang dihimpun, Wahyudi diduga kerap melontarkan kalimat kasar dalam menjalankan tugasnya sebagai operator SPBU, yang berpotensi memicu kesalahpahaman hingga keributan dengan masyarakat maupun tamu SPBU.
Pemandangan seperti ini seharusnya tidak terjadi di lingkungan SPBU yang merupakan fasilitas publik. Pelayanan yang ramah, santun, dan profesional semestinya menjadi prioritas utama bagi seluruh petugas SPBU, baik terhadap konsumen maupun tamu yang datang.
Diketahui, SPBU merupakan mitra strategis PT Pertamina yang terikat oleh berbagai regulasi dan standar pelayanan, termasuk etika komunikasi dan sikap profesional dalam melayani masyarakat.
Saat dikonfirmasi di lokasi, Wahyudi hanya memberikan jawaban singkat dengan mengatakan, “Saya sedang kerja,” tanpa memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait ucapan yang dipermasalahkan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen SPBU 24.353.49 Kota Agung maupun PT Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan perilaku tidak pantas oknum operator tersebut. (Red)
![]()





