#Kades Jungkal Sarbito Katakan Warganya Beno Itu ODGJ#
Ketapang,-kopitv.id,” Kalbar | Beno, seorang warga Desa Jungkal, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, mengungkapkan kekecewaan dan rasa frustrasi atas serangkaian peristiwa yang telah merugikan dirinya. Dalam beberapa waktu terakhir, ia menjadi korban tindakan perusakan dan pencurian yang tidak hanya berdampak pada kerugian materi, tetapi juga mengganggu ketenangan hidupnya.
Pencurian Bibit Sawit dan Pembakaran Lahan
Salah satu kejadian yang sangat mengganggu Beno adalah pencurian 100 batang bibit sawit miliknya yang terjadi tahun lalu. Bibit tersebut, yang merupakan investasi penting dalam mengelola lahan miliknya, hilang tanpa jejak, membuat Beno merasa sangat dirugikan. “Bibit itu sangat berharga bagi kami. Kehilangannya sangat mempengaruhi kami, terutama karena lahan kami masih dalam proses pengelolaan dan perluasan,” ujar Beno dengan nada penuh penyesalan.
Tak hanya itu, Beno juga harus menghadapi kenyataan pahit terkait dengan pembakaran lahan yang telah ia tanami. Pembakaran tersebut mengakibatkan kerusakan yang parah pada tanaman yang ia rawat, memperburuk keadaan, dan semakin membebani Beno secara emosional dan finansial.
Perusakan Akses Jalan yang Memperburuk Keadaan
Selain kehilangan bibit dan pembakaran lahan, Beno juga mengalami kerugian lain yang tidak kalah meresahkan: perusakan jalan akses lahan. Jalan yang sebelumnya bisa dilalui dengan mudah kini rusak parah, menyulitkan Beno untuk mengakses lahannya dan menjalankan kegiatan sehari-hari. “Jalan yang rusak membuat aktivitas kami semakin sulit. Kami harus ekstra hati-hati dan mengeluarkan biaya lebih untuk memperbaikinya,” kata Beno, merujuk pada dampak langsung dari perusakan tersebut.
Mediasi yang Tidak Ditepati
Pada 31 Juli 2023, Beno telah mencoba untuk menyelesaikan masalah ini melalui jalur mediasi yang difasilitasi oleh perangkat Desa Jungkal, termasuk Kepala Desa, Sekretaris Desa, Babinsa, serta perangkat RT dan RW. Dalam mediasi tersebut, disepakati adanya komitmen dari kedua belah pihak, yaitu Beno dan TN (pihak yang diduga bertanggung jawab atas permasalahan ini). Namun, Beno mengungkapkan kekecewaannya karena kesepakatan yang tercapai dalam mediasi tidak pernah ditepati. “Kami merasa kesepakatan itu hanya sekadar formalitas. Tidak ada tindakan nyata yang dilakukan oleh pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya dengan penuh kecewa.
Keluhan yang Tak Mendapatkan Tanggapan Serius
Beno tidak hanya berhenti pada mediasi. Ia juga telah berusaha melaporkan kejadian ini ke pihak desa dan Polsek setempat beberapa kali. Namun, ia merasa upayanya tersebut tidak mendapatkan perhatian serius. “Saya sudah beberapa kali melaporkan masalah ini ke desa dan Polsek, tetapi tidak ada tanggapan yang memadai. Seperti hak saya tidak dihargai,” kata Beno dengan wajah penuh keprihatinan.
Harapan Beno untuk Penyelesaian yang Adil
Dengan semua permasalahan yang sedang dihadapinya, Beno berharap agar pihak berwenang segera turun tangan dan memberikan perhatian lebih terhadap kasus yang dialaminya. Ia ingin agar hak-haknya dipulihkan dan tindakan tegas diambil terhadap pihak yang bertanggung jawab. “Kami hanya ingin keadilan dan hak-hak kami diakui. Kami berharap masalah ini bisa segera diselesaikan agar kami bisa hidup dengan tenang dan tanpa rasa takut,” tutup Beno dengan penuh harap.
@ KEPALA DESA JUNGKAL (Sarbito)@
” Di konfirmasi ke pala desa jungkal melalui sambung WhatsApp Sabtu tanggal 1/2/2025.
Permasalahan di desa;?..
Jawab kades jungkal Sarbito dengan tegas menerangkan bahwa apa yang di terangkan saudara Beno itu tidak lah benar, dan dia juga bukan orang normal, karna Beno itu bekas/mantan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kami lah dan berserta keluarga yang turut serta mengobati saudara beno, jelas kades ke awak media pada waktu itu. Terang kades.
Dan seringkali Beno mendatangi kami di kantor desa dalam kondisi mabok, karna itu lah kami tidak bisa melayani Ocehannya itu
Tandasnya. Kades desa jungkal Stepanus Sarbito.
Di konfirmasi ke Polsek tumbang Titi belum ada jawaban hingga berita ini di terbitkan, pihak media masih berupaya untuk menghubungi tandasnya.
(BERSAMBUNG)
Editor: Tim PWK.
![]()






