OKU TIMUR – KOPI TV – Sumsel ” Gelombang protes dan kekecewaan kini mengguncang lingkungan SMK Muhammadiyah Sukaraja, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur. Pasalnya, pihak sekolah diduga mewajibkan seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan study tour ke Yogyakarta dengan biaya mencapai Rp2.500.000 per siswa.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah peserta didik dan wali murid menyebutkan, mereka dipaksa ikut kegiatan tersebut. Bahkan, bagi siswa yang menolak, diancam akan diberi tugas tambahan sebagai konsekuensi tidak ikut berangkat.
“Anak saya sempat bilang tidak mau ikut karena biayanya berat. Tapi katanya nanti disuruh buat laporan dan tugas khusus kalau nggak ikut. Ini kan aneh, seolah-olah wajib,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Keluhan serupa juga muncul dari beberapa siswa lain yang mengaku keberatan dengan besaran biaya yang diminta. Mereka menilai kegiatan itu tidak lagi bersifat sukarela, melainkan paksaan terselubung.
Kepala Sekolah Menghilang, Konfirmasi Gagal Dua Hari ” Upaya awak media untuk mengonfirmasi langsung pihak sekolah menemui jalan buntu. Saat didatangi ke sekolah pada Sabtu (11/10/2025), kepala sekolah tidak berada di tempat. Pesan singkat dan panggilan melalui WhatsApp yang dikirim awak media tidak mendapat balasan hingga dua hari.
Sikap bungkam ini justru menambah tanda tanya besar di kalangan publik tentang transparansi pengelolaan kegiatan dan sumber dana study tour tersebut.
Kebijakan yang Diduga Langgar Aturan Kalangan pemerhati pendidikan menilai kebijakan itu berpotensi melanggar aturan pemerintah. Sebab, sesuai regulasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sekolah dilarang melakukan pungutan untuk kegiatan non-prioritas seperti study tour, apalagi bagi sekolah penerima dana BOS dan program sekolah gratis.
“Kalau benar siswa diwajibkan membayar Rp2,5 juta, itu sudah masuk ranah pungutan liar. Study tour seharusnya bersifat edukatif dan sukarela, bukan paksaan,” tegas seorang aktivis pendidikan di OKU Timur.
Selain aspek finansial, faktor keselamatan siswa juga patut dipertanyakan. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kecelakaan bus pariwisata yang membawa rombongan pelajar menelan korban jiwa di berbagai daerah.
Dugaan Komersialisasi Kegiatan Sekolah Fenomena study tour sekolah kini mulai dipertanyakan publik. Banyak pihak menilai, kegiatan ini kian bergeser dari tujuan pendidikan menjadi ajang bisnis bagi oknum tertentu.
“Jika biaya besar itu tidak dijelaskan secara transparan — mulai dari transportasi, penginapan, hingga panitia maka sangat wajar kalau publik mencurigai ada permainan di balik kegiatan tersebut,” tambah sumber lain yang enggan disebut namanya.
Dinas Pendidikan Diminta Turun Tangan
Kasus dugaan pemaksaan ini kini menjadi alarm keras bagi Dinas Pendidikan OKU Timur untuk segera turun melakukan investigasi menyeluruh. Masyarakat mendesak agar pihak berwenang menindak tegas jika terbukti ada unsur pungutan liar atau penyalahgunaan kewenangan di lingkungan sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, SMK Muhammadiyah Sukaraja masih bungkam. Sementara itu, keresahan para orang tua terus membesar, menuntut kejelasan dan keadilan agar dunia pendidikan tidak dijadikan ladang keuntungan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
Awaludin
Tim/Red :
![]()






