Lampung Tengah-kopitv.id,” Tutik tak butuh seminar. Dia butuh pertolongan.
Ketika tubuhnya melemah, dan keluarganya kebingungan mencari jalan keluar, di mana para pejabat kabupaten?
Apakah penderitaan harus ditulis dulu dalam proposal, dicetak di spanduk, atau dibahas dalam forum sebelum dianggap penting?
Sebagai relawan, saya sudah terlalu sering melihat kisah seperti ini:
Orang miskin jatuh sakit.
Petugas desa bingung.
Puskesmas terbatas.
RS rujukan jauh.
BPJS belum aktif.
Pemerintah? Sibuk mengurus citra.
Apakah itu wajah negara yang katanya berpihak pada rakyat kecil?
Jangan bangga punya program unggulan jika aksesnya hanya untuk yang “beruntung”. Jangan bicara “semua warga berhak” kalau dalam praktiknya, Tutik dan ribuan lain harus merangkak dulu untuk didengar.
Cukup! Ini bukan soal satu orang. Ini soal sistem yang membiarkan yang lemah makin tersisih.
Jika pemerintah daerah tak mau turun tangan, biar rakyat yang bertindak.
Jika empati mati di kantor-kantor megah, biar hati nurani kami yang hidup.
Untuk Anda yang masih peduli, bantu kami menyelamatkan Tutik.
Donasi Kemanusiaan
Rekening BRI 570401026057533
a.n. Rina Widya Ramadhani
(Relawan Kemanusiaan)
Kita tidak sedang menantang kekuasaan. Kita sedang mengingatkan:
Jangan sampai negara hanya hadir saat kampanye, dan pergi saat rakyat sekarat.
( Nasoba & Red )
Tim/Red
![]()






