Jakarta,-kopitv.id,” 7 Maret 2025 – LAZ Relief Islami Indonesia menggelar pertemuan monumental dengan tema besar kepedulian sosial Islam yang berfokus pada kondisi umat Islam di Palestina.
Acara ini berlangsung di Swiss-Bel Residence, Kalibata, Jakarta, dan dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI) Ibu Eva Monalisa, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, Pimpinan Yayasan Relief Islami Indonesia (YRII), sejumlah Ketua Lembaga Amil Zakat (LAZ), CEO beberapa perusahaan, serta tamu undangan lainnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi dan buka puasa bersama, acara ini juga meneguhkan solidaritas antar-lembaga keuangan sosial Islam untuk menyikapi situasi tragis yang dialami saudara-saudara kita di Palestina akibat kebiadaban Israel.
Dalam sambutannya, Ibu Eva Monalisa menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya acara yang sangat penting ini. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina harus menjadi bagian dari kesadaran kolektif umat Islam.
“Saya berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga menjadi momentum untuk bertindak nyata dalam membantu saudara-saudara kita di Palestina,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua LAZ YRII, Ustadz Inayatullah A. Hasyim, mengajak para tamu undangan untuk lebih memahami kondisi Palestina yang saat ini berada dalam keterpurukan total. Ia menekankan bahwa segala bentuk bantuan sangat berarti bagi mereka. “Negara mereka telah hancur lebur. Uluran tangan kita semua sangat diperlukan untuk meringankan penderitaan mereka,” ujarnya.
Ketua Dewan Pengawas Syariah LAZ YRII, Prof. Dr. Muhammad M Said dalam sambutannya menekankan pentingnya ekonomi berbagai (economic sharing) dalam sebagai wujud kepedulian dan empati sosial terhadap mereka yang tidak mampu, terutama mereka yang dilanda bencana akibat peperangan sepert di Palestina. Ia menjelaskan bahwa kondisi geopolitik Timur Tengah saat ini menciptakan kehancuran baik jiwa maupun harta benda.
“Betapa banyak saudara-saudara kita di Palestina, yang tidak dapat menikmati khidmatnya berpuasa seperti kita di Indonesia. Mereka serba kekurangan,” tuturnya. Prof. Muhammad yang juga Guru Besar Ekonomi Islam pada Program Doktor Perbankan Syariah FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu. Ia mengajak semua tamu undangan dan masyarakat luas untuk melakukan refleksi sosial di bulan Ramadhan ini.
Menurutnya, puasa bukan hanya ibadah individual, tetapi juga memiliki dimensi kesalehan sosial yang ditunjukkan dengan semangat berbagi. Infak dan sedekah yang kita keluarkan di jalan Allah untuk membantu saudara kita di Palestina “Ibarat orang menanam satu butir padi kemudian tumbuh menjadi pohon yang memiliki tujuh tangkai dan setiap tangkai berisi seratus butir. Apalagi Infak dan sedekah dilakukan di bulan Ramadhan, nilai balasan kebaikannya jauh lebih besar lagi bahkan hingga tujuh ratus kali lipat” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah harus disalurkan melalui lembaga resmi yang memiliki otoritas dalam penerimaan, pendistribusian, dan pendayagunaan. LAZ Relief Islami Indonesia merupakan salah satu Lembaga Bonafide. Relief Islami (Indonesia) telah berkembang luas secara global. Relief Islami Indonesia mengemban misi Ke-Indonesia-an, Ke-Islam-an, dan Ke-manusia-an universal melalui instrumen keuangan sosial Islam berupa Zakat, Infaq dan sedekah (ZIS). “Zakat potensial menekan angka kemiskinan ekstrem, mengurangi keterbelakangan, buta huruf, serta mengatasi kesenjangan sosial, dan kesehatan di Indonesia.
Infak dan sedekah bisa didayagunakan untuk seluruh umat manusia; mereka yang sedang dalam kesulitan.
Misi besar ini terus diemban oleh Relief Islami Indonesia”. Saat ini, Pihak manajemen Lembaga Relief Islami Indonesia, pungkasnya, telah bekerja keras menekankan angka kemiskinan ekstrim, mereka yang tidak mampu dibuatkan rumah, beasiswa diberikan, dan kesehatan diperhatikan. Direktur YRII, Ustadz Nanang Dirja hari ini Kembali lagi ke Sulawesi Tengah padahal baru tiga hari lalu pulang dari sana untuk menyerahkan kunci rumah bantuan bagi mereka yang tidak mampu.
Ketua LAZ dan pengurus lain sibuk membagikan donasi kemanusiaan pada mereka yang terdampak banjir. Komitmen organisasi YRII pada misinya sangatlah tinggi, pungkasnya. Sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah, kami yakin LAZ Relief Islami Indonesia sebagai organisasi filantrophy slam berfokus pada penghimpunan dan pendistribusian dana sosial Islam tepat sasaran, transparan dan penuh tanggungjawab untuk mewujudkan kesejahteraan umat, tutupnya.
Tim :
Red :
![]()






