Manado, Kopitv.id – Luar biasa. Dua kata ini pantas dialamatkan kepada sosok Patricia, Deputi Direktur di Departemen Pengaturan dan Pengembangan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Punya hobi bersepeda jarak jauh, Patricia kembali membuktikan tekadnya sebagai cyclist tangguh.
Ia baru saja menuntaskan misi ultra cycling berseda dari Makassar ke Manado.
Ia melahap rute 1.745 km, menyusuri Pulau Sulawesi seorang diri. Sendirian memacu roadbike-nya tanpa teman atau pengawalan.
Patricia start dari Center Point of Indonesia (CPI) Kamis 12 September pukul 10 malam.
“Saya mulai jalan setelah tugas di Makassar,” katanya belum lama ini.
Etape pertama, Makassar-Toraja, ia bermalam di Palopo setelah sempat drama salah jalan karena ikut petunjuk aplikasi. Selanjutnya etape kedua, Palopo ke Pendolo dan etape ketiga rutenya Pendolo ke Parigi.
Selanjutnya, etape keempat dari Parigi ke Moutong dan etape kelima dari Moutong ke Gorontalo. Etape terakhir, dari Gorontalo ke Manado.
Kamis 19 September siang, ia finis di Manado, Sulawesi Utara. Tepatnya di kantor OJK Sulutgomalut, Jalan Diponegoro, Kelurahan Makeret Timur, Kecamatan Wenang. Jika ditotal, perjalanannya enam hari 14 jam.
Butuh fisik dan mental luar biasa untuk menuntaskan ultra cycling.
“Jam tidur saya rata-rata hanya empat jam,” kata Patricia.
Untuk melepas penat, Patricia biasa mampir ke warung 24 jam atau kantor polisi. Biasanya juga sekalian mandi, cuci baju. “Saya bawa persediaan baju sepasang saja karena mobile terus kan,” katanya.
Dari sekian banyak pengalaman yang dialami sepanjang perjalanan, ada hal menarik yang membuat Patricia terkesan.
Apa itu? Keramahan orang-orang yang ditemuinya ketika mampir beristirahat. Selain rasa aman dalam perjalanannya seorang diri.
“Ada di sebuah warung, saya rencananya mampir tidur sebentar. Oleh tuan rumahnya malah diberikan kamar, dapat makan minum pula,” katanya.
Pernah pula, mampir tidur, ketika bangun tuan rumah telah menyediakan ayam goreng dan minuman. “Demikian luar biasa, masih banyak orang yang tulus. Membuat saya tersentuh,” katanya.
Patricia juga bercerita, ia sempat jatuh karena kelelahan di Trans Sulawesi, Bolmong.
“Banyak yang datang menolong, oleh pekerja proyek Hutama Karya, saya dan sepeda diangkut pakai mobil kap terbuka ke tempat istirahat,” jelasnya lagi.
Setelah Makassar-Manado, Patricia masih punya mimpi untuk mencari tantangan lainnya. Apakah itu bersepeda maupun berlari.
Sebagai seorang ultra cyclist dan runner, Patricia membukukan sejumlah rekor fantastis.
Ia pernah bersepeda ikut Bentang Jawa 1.500 km; Trans Nusantara, dari Sabang ke Labuan Bajo sejauh 4.882 Km.
Ia juga pernah menuntaskan Silk Road Mountain Race di Kyrgistan menggunalan sepeda MTB dengan rute 1.800 km.
Patricia selalu membawa misi dalam perjalannya. Selain terus mengasah mental, ia menantang dan mendorong orang lain agar pantang menyerah meraih mimpinya.
“Dalam perjalanan seperti yang saya lakoni, kuncinya di manajemen waktu, istirahat, makan agar ada nutrisi,” jelasnya.
Pewarta : Judha
![]()






