- Pesawaran-kopitv.id “08/09/2024 “Adanya dugaan permaslahan dalam pembangunan gedung Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran pihak Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Pesawaran angkat bicara.
enurut kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Pesawaran Sam Herman yang diwakili oleh sekertaris dinas,Hermanto menegaskan bahwa dengan adanya polemik tersebut dirinya meminta kepada pihak konsultan pengawas, Konsultan Perncanaan dan stekolder lainya dalam kegiatan tersebut untuk memberikan pengawasan jalanya kegiatan dalam pembangunan BPP di kecamatan tersebut.
“Kita sebagai penerima manfaat adanya pembangunan itu, tentunya siapa -siapa yang sudah di tunjuk sebagai pengawasan dalam kegiatan itu berharap sekali untuk menjalanakan tugas dan pungsinya,”kata Hermato saat di hubungi wartawan Kamis (08/09/2024).
Hermanto menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan kegiatan dari BPPSDMP Kementerian Pertanian.Namun, dalam pelaksanaan kegiatan itu pihak Bapeltan Lampung yang menjalankan kegiatan tersebut melalui pihak ketiga sebagai pelaksana kegiatan.M
“Jadi kalau lebih jelasnya silahkan konfirmasi ke pihak PPK Lampung karna kita di Dinas Petanian hanya penerima Manfaat,”jelasnya.
Berita sebelumnya adanya dugaan penyimpangan dalam proyek Pembangunan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang di peruntukan di dua Kecamatan Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung terungkap.
Pasalnya berdasarkan laporan dari salah satu narasumber yang masuk ke redaksi media ini,menyatakan bahwa dalam pembangunan proyek BPP di wilayah tersebut diduga kuat menyimpang dari Rancangan Anggaran Pembangunan (RAB) dalam proyek tersebut.
“Setau saya proyek itu berasal dari Kementrian Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusi Pertanian dengan nilai Anggaran 1 Miliar lebih tahun 2024 ini, tapi saya lihat dalam penbangunan itu adanya indikasi kecurangan ,”kata sumber yang tidak mau disebut namanya kepada wartawan media ini,Senin (26/08/2024).
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa saat ini pembangunan itu masih tahap pembanguan pondasi.Namun sayangnya matrian Batu untuk pondasi tersebut tidak menggunakan batu balah Gunung ,namun mengunakan batu kapur yang dinilai sangat rendah kualitas untuk bangunan.
“Saya ini orang awam terkait pembangunan tapi secara nyata matrial yang di gunakan oleh pihak kontrator berupa matrial batu kapur itu kualitasnya sangat buruk artinya ada dugaan saya proyek itu menyalahi aturan RAB yang ada ,”tegasnya.
“Itu baru matrial batu, belum lagi yang lainya,”tambahnya lagi.
Dengan demikian lanjutnya sebelum pembangunan itu di teruskan dia berharap agar dinas terkait seperti Dinas Pertanian Pesawaran sebagi garis koordinasinya segera turun kelapangan melakukan pengecekan sebelum kegiatan itu berlanjut lebih jauh lagi.
“Intinya saya berharap pihak terkait kita minta segera turun kelapangan untuk mengecek kualitas matrial yang di gunakan jangan sapai bangunan itu selesai kualitasnya buruk,”tegasnya.
Namun sayangnya saat di konfirmasi adanya polemik tersebut ,Khairil Azhar yang mengaku sebagai kontraktor dalam pekerjaan itu merasa tidak suka lataran pekerjaan yang di jalaninya mendapat tanggapan miring dari merdia ini.
“Maaf saya kontraktornya, untuk penggunaan matrial berupa batu itu sudah sangat bangus karna batu itu saya ambil dari Gunung PJR,dan batu itu berkualitas sangat baik karna batu itu juga sering saya gunakan untuk pengaspalan jadi jangan mengada-ada,”kata khairil Azhar dengan nada tinggi saat menghubungi wartawan media ini,Senin (26/08/2024).
Selain itu juga Khairil Azhar terkesan “mengacam” kepada wartawan media ini jika masalah ini di besar -besarkan maka dirinya akan melapor balik kepada penegak hukum.
“Terserah mau di beritakan seperti apa kerjaan itu tapi kalau ini dilaporkan dengan pihak berwajib tentu saya akan menuntuk balik,”ancamnya melalui sambungan Whastappnya.
Ia juga menegaskan bahwa tumpukan matrial yang ada dilokasi itu diakuinya sudah di saksikan oleh pihak kecamatan dan pihak kepala desa setempat.
“Jadi jangan mencari-cari kesalahan karna semua perkejaan itu terbuka,tidak ada yang di tutup-tutupi, karna dengan matrial batu untuk pondasi yang kita gunakan itu sangat kokoh ,”tegasnya.
Sampai berita ini di turunkan Aryo selaku PPK Bapeltan Lampung belum bisa di mintai keterangan meski wartawan ini sudah minta tanggapan melalui sambungan Whatsaap nya tapi tidak di bales.
Diketahui berdasarkan dari informasi yang di dapat bahwa dalam pembangunan proyek tersebut di kerjakan oleh PT. Pembangunan Bumi Baru selaku kontraktor, sedangkan CV. Jaim dan Rekan sebagai konsultan, dengan nilai Kontrak Rp.1.377.989.000,00. sumber dana APBN BPPSDMP Kemetrian Pertanian.
(Red).
![]()






