Kalimantan, Kopitv.id – Oknum Dokter rumah sakit pertamina tanjung diduga salah suntik ke seorang bayi yang baru dilahirkan yang menyebabkan kaki bayi membiru, bengkak dan bernanah.
Menurut keterangan Ahmad Husaini, orang tua dari bayi tersebut” pada hari kamis tanggal 9 November 2023, sekitar pukul 17.00. Istri saya mau melahirkan dan saya bermaksud untuk melahirkan secara normal. Seiring waktu berjalan karena lama tidak kunjung lahir, sedangkan istri saya sudah pecah ketuban. Dan akhirnya dokter menyarankan agar istri saya segera dilakukan operasi Caesar. Dan akhirnya sayapun berunding dengan istri dan pihak keluarga dan kamipun akhirnya sepakat dan memutuskan untuk mengikuti saran dokter untuk di lakukan operasi Caesar. Dan akhirnya istri saya pun di lakukan operasi Caesar” ujar Ahmad Husaini.
Setelah anak saya lahir, menurut keterangan Ahmad Husaini, nafasnya tidak normal sehingga harus di pasang alat bantu pernapasan oksigen dan dipasang infus “kata Dr. LENI” beliau adalah seorang dokter anak.
Awalnya infus di pasang di tangan dan diberi oksigen dengan menggunakan selang di hidung dan mulut, kemudian pada esok hari nya infusnya di lepas dan di pindahkan ke kaki.
Setelah itu anak saya terlihat seperti biasa-biasa saja, dia bisa bernapas dengan baik. Tapi keesokkan harinya pada pagi hari setelah saya lihat, kaki anak saya sudah bengkak, kemudian saya sampaikan ke perawat yang memeriksa pada pagi itu, kemudian di cek oleh perawat setelah dicek terlihat di kaki anak saya membiru dan ada putih-putih seperti nanah yang jelas terlihat pada kaki anak saya, kemudian infusnya di lepas, dan perawat itu melaporkan ke Dr. LENI, dan Dr. LENI pun melakukan pengecekan.
Setelah mengecek kondisi bayi tersebut. Dr. LENI memerintahkan ke perawat untuk mengolesi kaki bayi dengan salep dan di kompres.

Dan dua hari kemudian kondisi kaki anak saya terlihat semakin parah. Dan pada hari senin saya mendapat informasi dari dokter, bahwa anak saya harus di rujuk kerumah sakit Ciputra Mitra Hospital di Banjarmasin.
Awalnya saya menolak untuk di rujuk, dan sayapun bertanya kenapa tidak di tangani disini saja, saya minta kepada dokter, lalu di jawab dokter, “disini alat kita tidak lengkap.
padahal sebelumnya sudah ada dokter bedah yang datang dan berencana untuk melakukan operasi pada malam selasa. Tapi tidak jadi dilakukan operasi, malah kembali bilang harus di rujuk ke rumah sakit Ciputra Mitra Hospital di Banjar Masin, dengan alasan alat tidak lengkap.
Dan akhirnya sayapun mengikuti saran dari dokter tersebut, dan kamipun berangkat ke rumah sakit Ciputra Mitra Hospital di Banjar Masin.
Dan sesampainya di rumah sakit Ciputra Mitra Hospital di Banjar Masin, anak sayapun langsung dilakukan operasi di rumah sakit tersebut, dan menurut informasi dokter, perlu waktu untuk penyembuhan seperti memulihkan syaraf-syaraf dan daging di kaki anak saya.
Dan inilah yang membuat saya tidak terima dan saya merasa keberatan. Saya berharap ada pihak yang bisa membantu dalam permasalahan keteledoran oknum dokter dan perawat tersebut, agar hal seperti ini tidak terulang kembali kepada pasien yang lain yang berobat di rumah sakit Pertamina Tanjung.
Ahmad husaini merasa tidak terima atas peristiwa yang menimpa anak bayinya. Dia dan keluarga pun berencana akan menempuh jalur hukum atas dugaan malpraktik yang dilakukan oknum dokter di rumah sakit pertamina tanjung.
Bersambung !!!
Pewarta : Lisannudin/Iswandi GWI
![]()






